BI Siapkan Rp8,6 Triliun untuk Penukaran Uang Baru 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 14:05:30 WIB
BI Siapkan Rp8,6 Triliun untuk Penukaran Uang Baru 2026

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menyiapkan dana besar untuk mendukung kelancaran penukaran uang menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. 

Sebanyak Rp8,6 triliun akan disalurkan untuk layanan penukaran uang baru, dengan setiap paket penukaran memiliki nominal sebesar Rp5,3 juta. 

Layanan ini akan tersedia di ribuan titik penukaran di seluruh Indonesia, guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan uang baru dengan mudah dan nyaman.

Penukaran Uang Baru Tersedia di Ribuan Titik di Seluruh Indonesia

Untuk memastikan layanan penukaran uang berjalan dengan lancar, BI akan bekerja sama dengan perbankan dan berbagai mitra kerja di seluruh Indonesia. Sebanyak 2.883 titik penukaran akan tersedia, dengan total 8.755 layanan yang dapat diakses masyarakat. 

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menyampaikan bahwa penukaran dapat dilakukan melalui beberapa kanal, termasuk kas keliling, kantor bank umum, hingga layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat-pusat aktivitas masyarakat.

"Penukaran uang baru ini akan dilakukan di berbagai titik strategis, termasuk tempat-tempat yang banyak dikunjungi masyarakat untuk memastikan aksesibilitas yang mudah," ujar Ricky. 

Dalam upaya memastikan layanan ini dapat diakses dengan lebih mudah, BI juga memastikan bahwa semua layanan akan disediakan dengan sistem yang tertib dan lancar.

Layanan Penukaran Terpadu di Jakarta

Bagi masyarakat di wilayah DKI Jakarta, penukaran uang baru akan dilakukan di lokasi yang mudah dijangkau. Salah satu lokasi utama yang telah ditetapkan adalah di GBK Basketball Hall, Senayan, yang akan membuka layanan penukaran uang baru pada 12 hingga 15 Maret 2026. 

Layanan penukaran ini akan memberikan kemudahan bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk mendapatkan uang baru menjelang Ramadan dan Lebaran.

Ricky menambahkan bahwa penukaran uang akan dilakukan di beberapa titik lainnya yang juga strategis, termasuk tempat ibadah, pusat perbelanjaan, dan area-area dengan konsentrasi tinggi masyarakat. 

Dengan demikian, masyarakat akan memiliki lebih banyak opsi untuk melakukan penukaran uang sesuai dengan jadwal dan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pemesanan Penukaran Uang Baru Melalui Aplikasi PINTAR

Untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi, BI akan memfasilitasi masyarakat dalam melakukan pemesanan penukaran uang melalui Aplikasi PINTAR. 

Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk memilih waktu dan tempat yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga proses penukaran dapat dilakukan dengan lebih praktis dan terorganisir.

Pemesanan penukaran akan dilakukan dalam dua tahap. Pemesanan tahap pertama dimulai pada 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa, sementara untuk wilayah luar Pulau Jawa, pemesanan dapat dilakukan mulai 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB. 

Setelah itu, tahap kedua pemesanan akan dibuka pada 26 Februari 2026 untuk wilayah Pulau Jawa, dan pada 27 Februari 2026 untuk wilayah luar Pulau Jawa.

Dengan adanya aplikasi PINTAR, BI berharap dapat memberikan layanan yang lebih adil dan merata, serta memudahkan masyarakat dalam mengakses penukaran uang baru tanpa harus menghadapi antrean panjang yang menghabiskan waktu. 

Pemesanan melalui aplikasi ini juga memastikan bahwa distribusi uang dapat dilakukan dengan lebih efektif, sehingga kebutuhan masyarakat akan uang baru dapat dipenuhi dengan lebih tepat sasaran.

Sinergi Antara BI dan Perbankan untuk Layanan Terbaik

Sinergi antara Bank Indonesia dan perbankan serta mitra lainnya akan memainkan peran penting dalam kelancaran program penukaran uang baru ini. 

Ricky Gozali menekankan bahwa keberhasilan layanan ini tidak hanya bergantung pada penyediaan uang baru, tetapi juga pada kerja sama yang baik antara BI, perbankan, dan pihak terkait lainnya. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa distribusi uang berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa kendala.

Selain itu, sinergi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi, terutama pada saat-saat penting seperti menjelang Ramadan dan Lebaran, ketika permintaan akan uang baru meningkat signifikan. 

Ricky juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh semua mitra kerja, termasuk Asosiasi Pengusaha Jasa Penukaran Uang (APJATIN), yang telah bekerja sama dengan BI untuk menghadirkan layanan penukaran uang yang lebih efisien dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Penukaran Uang Baru sebagai Upaya Meningkatkan Layanan Kas

Program penukaran uang baru yang disiapkan oleh BI ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan sistem layanan kas yang lebih efisien dan terorganisir. 

Dalam rangka meningkatkan kenyamanan masyarakat, BI memastikan bahwa penukaran uang akan dilakukan dengan sistem yang tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. 

Dengan adanya penukaran uang baru yang mudah diakses dan terjangkau, diharapkan masyarakat dapat merayakan Ramadan dan Lebaran dengan lebih tenang, tanpa harus khawatir tentang kebutuhan uang tunai.

BI juga menyatakan komitmennya untuk terus mengoptimalkan sistem layanan kas, guna mendukung kebutuhan transaksi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan sinergis, Bank Indonesia berharap dapat menciptakan sistem peredaran uang yang lebih efisien, transparan, dan adil bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Terkini