JAKARTA - Pada 20 Februari 2026, harga sejumlah komoditas pangan di Indonesia mengalami pergerakan yang beragam, dengan beberapa komoditas utama tercatat mengalami penurunan signifikan.
Berdasarkan data yang diterima dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata nasional beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, hingga minyak goreng mengalami penurunan. Hal ini menjadi berita positif bagi masyarakat, mengingat beberapa komoditas tersebut sering kali menjadi perhatian utama dalam keseharian.
Beras premium tercatat turun sekitar 3,55% menjadi Rp15.149 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya. Selain itu, beras medium mengalami penurunan harga sebesar 3,37%, menjadi Rp12.949 per kilogram. Penurunan harga ini memberikan dampak positif, terutama bagi keluarga dengan konsumsi beras dalam jumlah besar.
Sementara itu, beras SPHP dari Perum Bulog juga menunjukkan penurunan sebesar 1,31%, yang kini dibanderol Rp12.295 per kilogram. Meskipun ada fluktuasi harga pangan, pemerintah tampaknya berhasil menjaga kestabilan harga pangan pokok ini.
Penurunan Harga Cabai dan Komoditas Lainnya
Selain beras, harga sejumlah komoditas sayuran dan bumbu dapur juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Salah satunya adalah cabai merah keriting yang turun hingga 21,56%, menjadi Rp36.881 per kilogram.
Begitu pula dengan harga cabai merah besar yang mengalami penurunan 19,74%, dibanderol Rp34.782 per kilogram. Harga cabai rawit merah juga turun 5,20%, menjadi Rp72.233 per kilogram. Penurunan harga cabai ini tentunya membawa kelegaan bagi konsumen yang selama ini terbebani dengan harga cabai yang cenderung tinggi.
Selain cabai, bawang merah tercatat turun 8,33%, menjadi Rp38.908 per kilogram, dan bawang putih bonggol juga mengalami penurunan harga sebesar 2,99%, menjadi Rp38.219 per kilogram. Penurunan harga ini tentu sangat membantu masyarakat dalam menjaga biaya belanja bahan pangan sehari-hari.
Namun, meskipun banyak komoditas pangan mengalami penurunan harga, beberapa komoditas lainnya, seperti daging dan ikan, menunjukkan fluktuasi harga yang lebih beragam.
Harga Daging dan Ikan yang Berubah
Pada hari ini, harga daging sapi murni mengalami penurunan 1,20% dan kini dibanderol Rp137.288 per kilogram. Hal ini memberikan sedikit keringanan bagi konsumen yang hendak membeli daging sapi untuk kebutuhan konsumsi.
Di sisi lain, harga daging ayam ras juga mengalami penurunan sebesar 3,81%, menjadi Rp40.141 per kilogram, sedangkan telur ayam ras turun 3,36%, menjadi Rp30.357 per kilogram.
Namun, tidak semua komoditas daging mengalami penurunan. Harga daging kerbau beku impor mengalami kenaikan 0,63%, menjadi Rp113.333 per kilogram, sementara daging kerbau segar lokal tercatat naik lebih signifikan, sebesar 2,69%, menjadi Rp148.333 per kilogram.
Hal ini menunjukkan adanya perbedaan dinamika harga antara daging kerbau impor dan lokal yang mungkin dipengaruhi oleh faktor pasokan dan permintaan yang berbeda.
Sementara itu, harga ikan juga menunjukkan tren yang berbeda. Ikan kembung mengalami penurunan 2,54%, menjadi Rp44.680 per kilogram, sementara ikan tongkol turun sedikit, 0,35%, menjadi Rp37.828 per kilogram.
Namun, ikan bandeng justru mencatatkan kenaikan harga sebesar 5,23%, menjadi Rp39.718 per kilogram. Fluktuasi harga ikan ini menunjukkan bahwa harga pangan laut dapat dipengaruhi oleh faktor cuaca, pasokan, dan permintaan pasar yang bervariasi.
Minyak Goreng dan Minyakita Turun Menyenangkan Konsumen
Salah satu kabar baik bagi masyarakat adalah penurunan harga minyak goreng yang terpantau pada hari ini. Harga minyak goreng kemasan turun 2,21%, menjadi Rp20.846 per liter, sedangkan harga minyak goreng curah turun lebih signifikan, yaitu 4,75%, menjadi Rp16.920 per liter.
Penurunan ini tentu sangat menguntungkan bagi rumah tangga yang bergantung pada minyak goreng untuk berbagai keperluan masak sehari-hari.
Selain itu, Minyakita—produk minyak goreng bersubsidi yang kerap dibeli oleh masyarakat dengan harga lebih terjangkau—juga mengalami penurunan harga sebesar 5,3%, menjadi Rp16.289 per liter.
Penurunan harga Minyakita ini akan membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah kebutuhan bahan pangan yang semakin meningkat.
Seiring dengan fluktuasi harga bahan pangan lainnya, penurunan harga minyak goreng dan Minyakita menjadi angin segar bagi konsumen di seluruh Indonesia.
Kondisi Harga Pangan yang Diharapkan Stabil
Secara keseluruhan, harga pangan di Indonesia pada 20 Februari 2026 terpantau bergerak beragam, dengan beberapa komoditas mengalami penurunan yang cukup signifikan, terutama pada bahan pokok seperti beras, cabai, bawang, dan minyak goreng.
Penurunan harga-harga pangan ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan dan Lebaran yang sering kali diikuti dengan lonjakan permintaan pangan.
Namun, fluktuasi harga beberapa komoditas, seperti daging dan ikan, menunjukkan bahwa pasar pangan di Indonesia masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pasokan, permintaan, dan kondisi alam. Pemerintah diharapkan terus memantau dan mengatur stabilitas harga pangan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok dengan pendapatan menengah ke bawah.