JAKARTA - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mencatatkan prestasi gemilang dengan pencapaian laba bersih sebesar Rp185,3 miliar pada akhir tahun 2025, mengalami lonjakan signifikan sebesar 51,2% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya yang tercatat Rp122,5 miliar.
Pertumbuhan laba ini menunjukkan keberhasilan IIF dalam mengelola pendapatan dan mengendalikan biaya operasional. Rasio Return on Equity (ROE) pun meningkat tajam menjadi 5,5%, mencatatkan kenaikan 120 basis poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Laba yang terbilang menggembirakan ini dipicu oleh beberapa faktor kunci yang menguatkan kinerja perusahaan di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Dengan total aset yang tumbuh 5,0% year-on-year (YoY) menjadi Rp15,4 triliun dan pengelolaan rasio Non-Performing Finance (NPF) yang tetap terkendali, IIF berhasil mempertahankan profitabilitas yang solid.
Selain itu, IIF juga terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, yang tercermin dalam kerjasama dengan FinDev Canada untuk pembiayaan proyek rendah karbon.
Pertumbuhan Laba yang Kuat dan Efisiensi Biaya
Pendapatan bunga bersih (NII) IIF tercatat naik 44% YoY, mencapai Rp536,0 miliar pada 2025. Ini didorong oleh penurunan biaya dana yang mencapai 11% serta peningkatan pendapatan bunga sebesar 6,5% yang mencapai Rp1,3 triliun.
Pendapatan non-bunga (NOII) juga mengalami lonjakan signifikan, terutama dari aktivitas tresuri yang meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp42,3 miliar.
Pencapaian ini seiring dengan upaya IIF dalam mengendalikan biaya operasional secara efektif. Rasio efisiensi operasional perusahaan tercatat membaik menjadi 54,6%, meningkat 441 basis poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan efisiensi ini berkontribusi positif terhadap laba bersih yang tercatat.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan IIF menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan pengelolaan biaya yang baik.
Komitmen Terhadap Infrastruktur Berkelanjutan
Selain fokus pada kinerja keuangan, IIF juga menegaskan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pembangunan rendah karbon, IIF baru saja menandatangani kerjasama dengan FinDev Canada.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang mendukung ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Melalui kemitraan tersebut, IIF berharap dapat lebih banyak berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, seperti yang tercermin dalam pencapaian 709,9 MW energi terbarukan yang dapat menyuplai lebih dari 709.900 rumah di Indonesia.
Selain itu, IIF juga memberikan akses air bersih kepada sekitar 7,2 juta orang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pengembangan fasilitas kesehatan. Inisiatif-inisiatif tersebut menunjukkan bahwa IIF tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Penghargaan yang Diterima IIF
Keberhasilan IIF dalam menjalankan operasional dan program-program berkelanjutan juga mendapatkan pengakuan dari berbagai lembaga nasional dan internasional.
Di tahun 2025, IIF menerima sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain Asia Sustainability Report Rating (ASRRAT) 2025, ESG Award 2025 dari Yayasan Kehati, FinanceAsia Achievement Awards 2025, dan The Asset Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2025.
Penghargaan ini bukan hanya sebagai bukti kinerja IIF dalam industri pembiayaan infrastruktur, tetapi juga sebagai indikasi pengakuan terhadap upaya perusahaan dalam memprioritaskan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam setiap proyek yang didanai.
Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi IIF untuk terus berinovasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia.
IIF Optimis Tumbuh Lebih Kuat ke Depan
Dengan pencapaian laba bersih yang signifikan pada 2025, IIF berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2026.
Presiden Direktur dan CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih perusahaan, namun ia juga menyadari pentingnya mempercepat pembangunan infrastruktur di tengah tantangan yang ada. IIF siap mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui produk pembiayaan yang inovatif dan sistem permodalan yang kuat.
IIF juga berkomitmen untuk terus memperkuat likuiditas dan diversifikasi pendanaan, dengan target pendanaan mencapai Rp3,0 triliun pada 2026. Dengan komitmen terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan pengelolaan keuangan yang baik, IIF optimis dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.